Langsung ke konten
Semua artikel

Gudang & Inventori

Order Picking Adalah: Jenis, Kelebihan, dan Cara Memilih Strategi yang Tepat

Order picking adalah proses mengambil barang dari rak sesuai pesanan. Bandingkan discrete, batch, wave, zone, dan cluster picking untuk memilih strategi yang tepat.

Oleh Tim Advotics · · Diperbarui · 3 menit baca

Ilustrasi petugas gudang mengambil dan menyerahkan kardus dari rak sesuai pesanan

Ringkasan

  • Order picking adalah proses mengambil barang dari lokasi penyimpanan di gudang sesuai daftar pesanan pelanggan, sebelum dikemas dan dikirim.
  • Picking sering menjadi aktivitas gudang yang paling banyak memakan waktu, terutama karena waktu berjalan antar-rak.
  • Lima strategi utama: discrete, batch, wave, zone, dan cluster picking — masing-masing cocok untuk volume pesanan dan jenis gudang yang berbeda.
  • Rekomendasi lokasi dan urutan pengambilan (misalnya FIFO) serta pemindaian barcode mengurangi salah ambil dan mempercepat proses.

Order picking adalah proses mengambil barang dari lokasi penyimpanan di gudang sesuai daftar pesanan pelanggan, sebelum barang dikemas dan dikirim. Picking termasuk aktivitas gudang yang paling banyak memakan waktu dan tenaga — sebagian besar karena petugas harus berjalan dari satu rak ke rak lain.

Strategi picking yang tepat memadukan tiga hal: cara pesanan dikelompokkan, rute pengambilan, dan peralatan yang dipakai. Kombinasi yang pas mempercepat pemenuhan pesanan sekaligus meringankan beban petugas gudang.

Apa saja jenis order picking?

Discrete picking (single order picking)

Petugas mengambil barang untuk satu pesanan sekaligus, dari awal sampai selesai, lalu lanjut ke pesanan berikutnya.

  • Kelebihan: paling sederhana, mudah dilacak, risiko tertukar antar-pesanan kecil.
  • Kekurangan: waktu berjalan paling banyak; tidak efisien untuk volume tinggi.

Batch picking

Petugas mengambil barang untuk beberapa pesanan sekaligus yang memuat SKU serupa, lalu memisahkannya per pesanan.

  • Kelebihan: mengurangi perjalanan berulang ke rak yang sama; produktif untuk banyak pesanan dengan SKU mirip.
  • Kekurangan: butuh tahap sortir setelah pengambilan.

Wave picking

Pengambilan dijadwalkan dalam gelombang waktu tertentu — misalnya sesuai jadwal keberangkatan truk atau pergantian shift — tanpa harus berdasarkan kesamaan SKU.

  • Kelebihan: selaras dengan jadwal pengiriman; beban kerja lebih terencana.
  • Kekurangan: butuh perencanaan yang baik dan pengecekan ulang kode serta jumlah barang.

Zone picking

Gudang dibagi menjadi beberapa zona, dan setiap petugas hanya mengambil barang di zonanya. Pesanan berpindah dari zona ke zona sampai lengkap.

  • Kelebihan: petugas hafal zonanya; beberapa bagian pesanan bisa diambil bersamaan.
  • Kekurangan: bisa terjadi antrean (bottleneck) di zona yang sibuk.

Cluster picking

Petugas membawa troli dengan beberapa wadah — satu wadah per pesanan — dan mengambil barang untuk semua pesanan itu dalam satu putaran.

  • Kelebihan: hemat perjalanan seperti batch picking, tetapi tanpa tahap sortir terpisah.
  • Kekurangan: cocok untuk pesanan berukuran kecil; butuh troli dan penandaan wadah yang jelas.

Bagaimana memilih strategi yang tepat?

StrategiCocok untukPerjalananKompleksitas
DiscreteGudang kecil, pesanan sedikitTinggiRendah
BatchBanyak pesanan dengan SKU miripRendahSedang (perlu sortir)
WavePengiriman terjadwal per truk/shiftSedangTinggi (perlu jadwal)
ZoneGudang besar dengan banyak SKURendahSedang–tinggi
ClusterBanyak pesanan kecilRendahSedang

Dalam praktiknya, banyak gudang menggabungkan strategi — misalnya zone picking yang dijalankan per gelombang (zone-wave picking).

Apa yang membuat picking lebih cepat dan akurat?

  1. Penempatan barang yang tepat — barang yang sering diambil (fast moving) diletakkan paling dekat dengan area pengemasan.
  2. Rekomendasi lokasi pengambilan dari sistem, misalnya berbasis FIFO agar barang lama keluar lebih dulu.
  3. Pemindaian barcode atau QR code untuk barang dan lokasi, sehingga salah ambil langsung ketahuan.
  4. Label lokasi yang jelas sampai level lorong dan bin.
  5. Verifikasi di area pengemasan sebelum barang dikirim.
  6. Akurasi stok yang dijaga lewat stock opname — picking gagal jika sistem mengira barang ada padahal tidak.

Bagaimana aplikasi gudang mendukung order picking?

Dengan Warehouse Advotics, sistem memberi rekomendasi put-away dan pengambilan barang berbasis FIFO, lokasi tercatat sampai level bin, dan operator bekerja dari aplikasi mobile dengan pemindaian QR. Hasilnya, pesanan terpenuhi lebih cepat dan fill rate lebih terjaga.

Ingin merapikan proses picking di gudang Anda? Hubungi tim Advotics.

Pertanyaan umum

Apa itu order picking?

Order picking adalah proses mengambil barang dari lokasi penyimpanan di gudang sesuai pesanan pelanggan, lalu menyerahkannya ke area pengemasan atau pengiriman.

Apa bedanya batch picking dan wave picking?

Batch picking mengambil barang untuk beberapa pesanan sekaligus berdasarkan kesamaan SKU, lalu memisahkannya per pesanan. Wave picking menjadwalkan pengambilan dalam gelombang waktu tertentu — misalnya sesuai jadwal truk atau pergantian shift — tanpa harus berdasarkan kesamaan SKU.

Strategi picking mana yang paling cocok untuk gudang kecil?

Discrete picking biasanya paling cocok untuk gudang kecil dengan volume pesanan rendah karena paling sederhana dan mudah dilacak.

Bagaimana mengurangi kesalahan picking?

Gunakan pemindaian barcode atau QR code untuk barang dan lokasi, rekomendasi lokasi pengambilan dari sistem, label lokasi rak yang jelas, serta verifikasi di area pengemasan sebelum barang dikirim.